Setahun Di negri Orang

       

          Hidup terkadang terlalu berat untuk dijalani (  Haeyaah, berat bro ) .   Bukan cm gw doang kayaknya yang ngerasain ( waduu, roma romanya mau curhat lagi dah ).  Gw adalah pendatang baru di dunia yang sebenarnya ini.  Dunia dimana orang orang melakukan sesuatu untuk sebuah tujuan. Dunia-nya orang orang yang memiliki harapan dan impian di masa depan. Gw adalah seekor kura kura kecil yang baru menetas, kemudian berjalan mengkuti insting naluriah menuju lautan samudera. Berharap sebuah keajaiban untuk hidup baru disana.   Tentunya dengan segudang rintangan dan cobaan ada di depan jalan gw,   cm kapan waktunya gw nggak ngerti.


          Gw punya keyakinan bahwa hidup ini butuh sebuah proses, dimana semuanya berawal dari 0. Meskipun kenyataan sebenarnya tidak segampang yang gw pikir. Keyakinan, hanyalah dalih untuk golongan seperti gw agar tidak menyerah sebelum berperang. Banyak contoh orang meraih sukses dengan jalan  dan cara yang unik. Kalo gw boleh nilai,     semua tergantung dengan naluri dan isnting mereka.


         Ini adalah hidup dengan cara gw sendiri, berkaca kepada orang memang perlu. Tapi terkadang keseringan berkaca membuat jalan ini goyah. Hanya bisa membayangkan keenakan-keenakan orang orang sukses terkadang menjadi bumerang buat gw. Lagi lagi ini hanyalah sebuah proses,  banyak kesalahan kesalahan yang gw lakuin di masa lalu. Naluri ini berteriak kencang, membangunkan gw dari khayalan. Melemparkan peta tentang samudera ke muka bodoh ini,  Menendang kaki kaki gw untuk kembali berlari.


          Ketika diri ini letih, gw akan berteduh.  Tentunya berteduh kepada Raab pencipta alam ini.   Ketika semangat ini kembali hadir berlipat lipat kali,, kaki kaki ini kan terus berlari dengan sendirinya. Suatu saat,   gw akan sangat berharap pada mata ini untuk tidak menangis andainya gw terjatuh kelak. 

          Hari ini hampir setahun gw menapaki kerasnya hidup di negri orang. Tentunya dengan segala macam rasa susah dan senang mewarnainya. Meninggalkan semua yang gw miliki di kota kelahiran, dan memulainya di tempat ini tentu adalah hal yang t mudah. Ini adalah awal puasa yang tak biasa  buat gw,   karena harus berada jauh dari orang orng yang kusayang.   Ibu, Bapak, kakak, semua orang yang slalu ada di hati.  Inilah saat saat yang gw maksud dengan berteduh.   Gw nggak ingin berlarut dengan hal semacam itu. Perjalanan masih begitu jauh. Apakah ini awal baru yang dikatakan berat??  (  hahaa.. bodoh kau ).   Tentu masih terlalu dini buat gw menjawab pertanyaan tadi.


         Terselip sebuah rasa bahagia di hati ini. Sangat lama moment sepreti ini ingin gw rasa. Jauh dari mereka, orang orang gw sayang. Ingin ku tunjukkan kepadanya, bahwa anaknya kini telah banyak berubah. Jauh dari gw yang dulu.  Gw sekarang bukanlah anak manja lagi,,  yang merengek untuk dibelikan mainan.  Gw bukanlah anak manja lagi,,   yang marah karena tidak disuguhkan makan siang di meja. Gw bukanlah anak manja lagi,,    yang membuang semua pakaian ke lantai karena salah satu baju yang belum distrika.  Gw bukanlah anak manja lagi,,   yang mengucapkan kata tidak sopan karena diingatkan untuk tidak pulang larut malam.  Dan gw.. dan...  lagi..   dan lagi..        Gw berhasil nglewatin hambatan pertama ini.  Semoga saja diri ini tidak menjadi angkuh.    


0 komentar:

Posting Komentar