Salam Kenal Semuanya

          Salam perkenalan,  salam hormat,    salam sejahtera kepada seluruh bloger ditanah air.   Baru pertama kali ni nge-blog, mohon kiranya senior senior sekalian berkenan memberikan bimbingannya. Entah ide dari mana awalnya, tiba -tiba saja hasrat untuk menulis ini ada. Semua mengalir sedemikian rupa. Rasa emosianal yg menggebu, menimbulkan ambisi hebat untuk meluapkan  sgala perasaan yang ada .  Sebuah kisah di masa lalu yang mengharu biru untuk dikenang kembali.
          Nama gw Hengki anak ke-2 dari dua bersaudara, lahir di Solo dan kemudian besar di sebuah kota kecil di  daerah  Jogja. Dengan rasa damai dan ceria gw hidup di kota ini. Kota kecil yang jauh dari hingar bingar  kemewahan layaknya Ibu kota. Kota yang indah, ramah, tentram sehingga begitu nyaman untuk ditinggali. Tiba-tiba saja timbul pertanyaan dalam benak ini, mungkinkah hal yang sama dirasakan juga oleh saudara saudara kita di seluruh penjuru pelosok Nusantara ini.? Semoga saja demikian...

           Kecil hingga menjelang dewasa seperti sekarang,  gw ada dan besar disini. Masih ingat betul memori jumat pagi di pelataran sekolah, ketika itu untuk kesekian kalinya gw serta puluhan teman teman kecilku,    benar benar semangat untuk ber SKJ ria.    Ya senam setiap jumat pagi,    sebelum pelajaran dimulai kami Memposisikan diri berjejer disetiap titik yang ada. Mata selalu terarah kedepan mencermati gerakan pemandu, selalu tertawa riang  menghibur diri kita sendiri.   Setiap saat,  mata bocah bocah usil terus berwaspada,  mengamati gerak gerik para guru pengawas di barisan paling belakang..   Beliau nggak akan segan segan memelintir  jambang siswa yang tidak tertib mengikuti gerakan instruktur didepan. (  waow, militer )

          Masih terlalu polos bagi anak anak seumuran kita untuk mengerti apa itu krismon ( krisis moneter ),      apa itu reformasi,   aborsi atau kejadian kejadian suram tahun 90 lainnya.    Berbagai peristiwa sangat santer terdengar bahwa Indonesia memang sedang kacau. Begitu banyak kerusuhan merajalela di tanah air .. ( Tragedi Mei ).      Saat itu saat yang sama dimana gw hanya tau istilah dari reboisasi ( miris ). Itu memang terjadi Kami menonton berita di sore hari, pada jeda waktu suguhan layar emas RCTI. Masih ingat dunia dalam berita jam 21.00 WIB. Kami menontonnya tapi tidak semua, karena orangtua menyuruh tidur pada jam jam seperti itu. Sedikit Kecewa bukan karena tidak mengikuti siaran langsung berita di TVRI, melainkan penasaran akhir film Layar  Emas jagoan kami, ya American Ninja. Salah satu kenangan indah gw  di tahun 1993 di SDN PERUMNAS 1 CC dengan sahabat sahabat kecil gw.

          Dibalik segala yang gw lalui, Sebuah perjuangan berat, mewarnai hidup gw dan keluarga. Susah senang bersama keluarga kami yang sederhana.      Keluarga yang menyanyangi  dan mendidik anaknya, benar benar dengan segala keterbatasan yang ada. Harus gw akuin,      lahir dan hidup kekurangan bersama mereka adalah suatu hal yang sulit untuk gw terima pada waktu itu.     Perilaku yang begitu hina dimata ALLAH.    Seiring berjalannya waktu,      gw tumbuh dan berfikir bahwa hidup itu nggak semudah yang gw bayangin.      Mata ini selalu menatap keatas,     nggak pernah menatap kebawah.    Orang yang nggak pernah bersyukur atas karunia Tuhan dialah gw pada waktu itu.     Bocah kecil yang angkuh.     Kenyataan yang sebenarnya, posisi gw jauh lebih baik dibanding dengan orang orang yang tinggal dibawah kolong jembatan,       perbandingan licik yang gw tanamkan untuk melawan ego gila ini. ( maksud lo?? )

          Semangat dan Motivasi orangtua menekuni hidup membuka mata hati.  Kesabaran,   keikhlasan,    tanpa beban menjalankan kewajiban mereka sebagai panutan yang baik.  Bukan untuk sebuah hidup yang sempurna,     bukan untuk menjadi seorang kaya raya,     tapi hanya untuk berikan  kami sebuah keadilan.      Pendidikan nomor satu ( gantungakn cita citamu setinggi langit ).    Jalan yang benar benar panjang dan berat kami lalui bersama demi sebuah kehidupan.     Memacu semangat,    sekalipun tenaga  selalu tergerus letih,      membawa berjuta harapan dan  kegagalan di masa lalu beliau.      Selalu serukan  kalimat kalimat jangan menangis karena hidup pada kami berdua,      hidup di dunia bukan lah segala-galanya.    Biar kita miskin atau kekurangan, t  api jangan pernah rendahkan martabat kalian hanya untuk ego duniamu.     Sebuah kata yang indah dan bermakna besar buat hidup gw. Harapan sederhana dari orang sederhana seperti kami.

         Itulah awal dari perkenalan gw dengan dunia ini. Dunianya orang yang  slalu percaya bahwa mimpi itu akan selalu ada di hati orang-orang yang menghargai hidup. Semoga kita memiliki mimpi yang sama teman.Regard,,,

0 komentar:

Posting Komentar